Showing posts with label tugas kuliah. Show all posts
Showing posts with label tugas kuliah. Show all posts

SEJARAH DAN KASUS PERANG SALIB

Sebuah novel yang berpretensi mengangkat peristiwa di masa lalu selalu dibayangi persoalan sejauh mana akurasi sejarah dan sejauh mana capain novel itu sendiri. Jika akurasi sejarahnya lebih kuat sedangkan capaian novelnya terabaikan, maka karya demikian lebih bersifat karya kesejarahan dibandingkan dengan karya sastra. Pun demikian ketika sebuah karya yang mengangkat masa lampau ternyata justru merancukan data masa lampau tersebut dan malah menjadikan capaian sastra sebagai satu-satunya tujuan.

Untuk karya demikian, tanggung jawab atas keotentikan dan kemasukakalan data menjadi sekunder dan mesti meletakkannya sebagai sebuah karya sastra. Karya sastra, dalam hal ini novel, akan cukup dalam dirinya ketika unsur-unsur kesastraannya terbangun dan mampu membuat dirinya utuh. Perihal apakah pretensi sejarahnya berhasil atau tidak, menjadi bukan prioritas utama.Namun, sebuah novel yang hendak memaparkan kisah tokoh dalam sejarah semacam Kitab Salahuddin karya Tariq Ali, jelas-jelas berpretensi pada sejarah. Ia bisa dikatakan sebuah karya sejarah yang menggunakan medium novel sebagai cara agar pembaca yang tidak mungkin membaca laporan sejarah yang ketat dan kaku akan dengan mudah mengikutinya. Atau, sialnya, sang penulis tidak cukup data untuk membuat laporannya bisa dipertanggungjawabkan, sehingga untuk mudahnya, digunakanlah jalur penulisan novel sebagai siasat.. Namun, alasan yang belakang itu sudah sepatutnya tidak pantas diletakkan pada karya Tariq Ali tersebut.

Kitab Salahuddin merupakan rekonstruksi fiksional atas kehidupan Sultan Salahuddin atau Sultan Saladin di telinga orang Barat. Sultan Salahuddin hidup semasa abad ke-12 Masehi dan sultan yang pernah merebut Jerussalem dari tangan orang Barat setelah kejatuhan Yerussalem selama Perang Salib Pertama pada 1099.Namun, dalam deskripsinya, dalam novel Kitab Salahuddin, Sultan Salahuddin tidak digambarkan semata seorang sultan dengan pedang di tangan kanan dan Alquran di tangan kiri. Justru, sebagian besar novel ini berkonsentrasi pada kehidupan keseharian sang sultan beserta orang-orang terdekatnya. Bagaimana masa kecilnya, remajanya, masa akil balighnya, dan masa ia menanjak menjadi seorang panglima perang yang paling disegani di tanah Arab maupun di mata orang Barat.

Tariq Ali tidak segan-segan menggambarkan bagaimana situasi harem tempat perempuan-perempuan cantik menemani sang sultan dan bagaimana sang sultan mendapatkan perempuan-perempuan cantik itu. Seorang harem bernama Halimah dikisahkan sebagai seorang istri dari pembantu utama sang sultan yang selingkuh dengan lelaki lain.Jika Sultan konsisten dengan hukum yang ada mestinya ia menghukum dengan merajam sampai mati. Namun tidak. Sang Sultan malah menyembunyikannya di harem dan menjadi salah satu selir untuk pemuas sultan. Ketika salah satu anggota masyarakat mengangkat masalah penyelewengan hukum tersebut dalam bentuk kesenian, tak tanggung-tanggung, sang pengkritik dihukum mati.

Dunia harem benar-benar bertolak belakang dengan ajaran Islam yang memperoleh perhatian besar dalam Kitab Salahuddin. Sisi gelap ini menjadi salah satu penyeimbang sifat ambisius orang-orang Islam sendiri untuk menegakkan keyakinannya. Berulang kali Sultan Salahuddin menegaskan bahwa pengusiran orang-orang Barat bukan semata menolak segala jenis campur tangan Barat, melainkan masa depan keyakinan Islam itu sendiri. Di sini semangat melawan Barat dimaknai sebagai jihad terhadap orang-orang kafir.Alasan tersebut sangat terang ketika Sultan Salahuddin menegaskan perlunya merebut kembali Yerussalem dari tangan orang-orang Barat.. Yerussalem jatuh ke tangan orang-orang Barat pada 1099 Masehi dan hampir seratus tahun kemudian, yaitu pada 1187 Masehi, Yerussalem dapat direbut oleh orang Arab.

Sebenarnya ada sedikit kerancuan antara Islam versus Kristen dalam perang salib itu. Islam sendiri bukan semata orang Islam tetapi meliputi Yahudi dan Kristen. Mereka berada satu payung kepemimpinan Sultan Salahuddin dalam melawan Barat.

Sekalipun imajiner, penulis buku biografi Sultan Salahuddin dalam novel ini, Tariq Ali, menempatkannya dalam kerangka ruang dan waktu semasa abab ke-12. Orang-orang Arab yang berkeyakinan Islam, Kristen, dan Yahudi, bahu-membahu dalam menangkis dan mengusir orang-orang Barat. Sementara, Barat sendiri dalam mendefinisikan orang-orang Arab sudah tentu Islam. Orang-orang Moor yang perlu diluruskan dan kalau tidak bisa, dihancurkan.

Kenapa Barat mendefinisikan orang-orang Arab sebagai Islam yang perlu diberadabkan? Ini sangat terkait dengan penciptaan mitos dalam benak orang-orang Barat sendiri agar terdapat kesatuan persepsi demi kepentingan yang sesungguhnya tidak hanya berurusan dengan masalah keyakinan. Masa Abad Pertengahan, Paus sangat kuat posisinya melebihi seorang raja. Ia mempunyai kekuatan nyaris di seluruh daratan Eropa Barat, kecuali wilayah-wilayah yang dikuasai orang-orang Arab -- Kordoba dan Spanyol.

Dengan memanfaatkan sentimen terhadap orang-orang Arab dengan Islamnya dan jaringan kuasanya yang sampai pelosok-pelosok, Roma mengerahkan raja-raja yang berkuasa dan sukarelawan untuk menjadi pasukan Perang Salib. Knights Templar, pasukan Barat itu, dalam benaknya dilesakkan oleh sebuah keyakinan ketika mereka semakin banyak memenggal kepala orang-orang Islam, maka semakin terbuka lebarlah pintu sorga untuk mereka. Ambisi orang-orang Kristen selama Perang Salib semakin besar tatakala mereka disahkan untuk membawa harta benda selama mereka di Arab tanpa harus menyerahkannya kepada raja maupun Paus.

Knights Templar bukan pejuang suci, tetapi sekelompok berandalan yang dikumpulkan dengan janji-janji surga dan mereka menggunakan kesempatan itu untuk merampok harta benda orang Arab dan memperkosa perempuan Arab.

Namun, setelah Knights Templar kaya dan tak tersentuh oleh raja, maka raja menghantam mereka dengan menfitnah dan menempatkan mereka dalam pesakitan..

Ambiguitas politik orang-orang Eropa dalam Perang Salib diangkat dalam Foucault's Pendulum karya Umberto Eco. Karya Eco dapat dikatakan representasi orang Barat atas kebejatan orang Barat itu sendiri. Tak beda dengan Kitab Salahuddin karya Tariq Ali yang berusaha 'objektif' atas situasi kultur Arab dan Islam itu sendiri.

Sudut pandang yang digunakan dalam novel Kitab Salahuddin adalah orang-orang Arab, khususnya kalangan elitnya. Pembaca tidak hanya disuguhkan bagaimana keyakinan para penguasa Arab begitu luar biasanya dalam urusannya dengan orang-orang Barat, tetapi juga konflik-konflik yang ada di antara penguasa-penguasa Arab sendiri. Tidak jarang dengan kedatangan pasukan Barat, mereka melakukan intrik demi melanggengkan kekuasaan sekalipun harus menghamba kepada mereka yang berbeda, bahkan berlawanan dengan keyakinannya.

Wilayah kekuasaan di tanah Arab sendiri saat itu sangat rentan untuk pecah dan melakukan perlawanan dengan pusat. Sultan Salahuddin sendiri dalam novel ini sering kali digambarkan bertentangan dengan wilayah kerajaan lain dan perang demi mengukuhkan sebuah kekuasaan. Wilayah kekuasaan yang cenderung membelah diri itu disiasati dengan menempatkan sanak saudara untuk memimpin sebuah wilayah yang lebih kecil. Ini bertujuan untuk menciptakan sebuah kekuasaan yang relatif permanen dalam waktu yang lama.Kekuasaan tradisional di banyak tempat cenderung bersifat paternalistik, seperti halnya Sultan Salahuddin dalam Kitab Salahuddin. Ia menempatkan keponakannya, Farrukh Shah dan Taki al-Din, sebagai penguasa kecil di daerah taklukan.

Namun, Sultan Salahuddin adalah pemegang prinsip moral yang tegas saat berurusan dengan tanah rampasan. Ketika ia merebut Yerussalem, Sultan tidak membunuh dan menjadikan kepala orang-orang Kristen sebagai hiasan tetapi membiarkan mereka hidup. Tidak mengharuskan orang-orang Kristen miskin membayar dan tetap mempertahankan gereja-gereja sebagai tempat beribadah. Sultan tidak membabibuta dengan menghancurkan Yerussalem dari pengaruh Kristen sebagaimana orang-orang Barat menghancurkan Yerussalem pada kejatuhannya tahun 1099.

Sejarah Islam abab ke-12 terasa sekali, sebab data tersebut berbentuk adegan cerita yang hidup. Sehingga, Edward Said pun berkomentar antara aspek historis dan hubungannya dengan takdir sangat meyakinkan sekali. Seolah-olah ketika Sultan Salahuddin memutuskan untuk menunaikan haji ke Mekkah dan kemudian meninggal dunia selama perjalanan tersebut, pembaca tidak disuguhkan fakta tetapi daya spiritual seorang Salahuddin.



RESENSI NOVEL SEJARAH DAN KASUS PERANG SALIB

Novel Sejarah dan Kasus Perang Salib

Sumber: Republika, Minggu, 16 April 2006

Judul Buku: Kitab Salahudin
Penulis: Tariq Ali

oleh: Imam Muhtarom
Penyair dan pengamat sastra
SASTRAWAN ARAB

UMAYAH BIN ABI ASH-SHALT
UMAYAH BIN ABI ASH-SHALT Nasab Keluarga Dan Kabilah Nama aslinya adalah Abu Utsman Umayyah bin Abi ash-Shalt Abdullah ibn Abi Rabi'ah ibn Auf Ats-Tsaqafi.. Ia merupakan penyair Tsaqif dan termasuk salah seorang pencari agama yang benar pada masa Jahiliyyah. Ia dibesarkan di Thaif.

LUBAID BIN RABI'AH
Nama lengkapnya adalah Lubaid bin Rabi'ah bin Malik. Ia sering juga dijuluki Abu 'Uqail al-'Amiry. Ia termasuk salah satu penyair yang disegani pada masa jahiliyyah. Ia berasal dari kabilah Bani 'Amir Ibnu Sho'sho'ah, yaitu salah satu pecahan dari kabilah Hawazin Mudhar. Ibunya berasal dari kabilah 'Abas. Lubai dilahirkan sekitar tahun 560 M. Selain sebagai penyair, ia juga dikenal sebagai orang dermawan dan pemberani. Sifat kedermawanannya diwarisi dari ayahnya yang dijuluki dengan "Rabi' al-Muqtarin". Sedangkan sifat keberaniannya diwarisi dari kabilahnya..

AL-HARITS BIN HILLIZIAH AL-BAKRI
AL-HARITS BIN HILLIZIAH AL-BAKRI Nasab Keluarga Dan Kabilah Nama aslinya adalah Al-Harits bin Hillizah al-Yasykuri al-Bakri, ia merupakan salah seorang pemilik puisi mu'allaqat yang terkenal dengan satuan bait-bait puisinya, pemikirannya bagus dan spontanitas, menjadi pribahasa dalam puisi hammasah (patriotik) dan fakhr-nya (berbangga). Silsilah keturunannya sampai kepada Bakr bin Wail.

AL-A’SYA BIN AL-QAISI
AL-A'SYA BIN AL-QAISI Nasab Keluarga Dan Kabilah Nama lengkap dari penyair ini adalah Maimun al-A'sya bin al-Qaisi bin Jundul al-Qaisyi, dilahirkan di Manfuhah dikawasan Yumamah. Ia berasal dari kabilah Bakar bin Wail yang menurut riwayat kabilah ini merupakan bagian dan kelompok di Jazirah Timur yaitu lembah sungai Eufrat sampai Yamamah.

THARAFAH BIN ABDUL BAKRI AL-WA’ILLI
THARAFAH BIN ABDUL BAKRI AL-WA'ILLI Nasab Keluarga Dan Kabilah Amru bin al-`Abd al-Bakri adalah salah seorang tokoh terkemuka pada zaman Jahiliyyah, dan berumur pendek. Ia juga seorang penyair yang memiliki puisi-puisi panjang dan indah, dan yang paling bagus dalam melukiskan unta dalam puisinya.

‘AMR BIN KULTSUM
‘AMR BIN KULTSUM Nasab Keluarga Dan Kabilah Nama lengkapnya adalah Abu al-Aswad ‘Amr bin Kultsum bin Malik at-Taghlibi dari kabilah Taghlib. Lahir dari kalangan keluarga bangsawan dan juga sangat ahli dalam menunggang kuda.

ANTARAH BIN SYADDAD AL-ABSI
ANTARAH BIN SYADDAD AL-ABSI Nasab Keluarga Dan Kabilah Penyair ini dilahirkan dari ayah seorang bangsawan Absi dan ibu dari kalangan budak Habsyi.

ZUHAIR BIN ABI SULMA
ZUHAIR BIN ABI SULMA Nasab Keluarga Dan Kabilah Nama lengkapnya adalah Zuhair bin Abi Sulma bin Rabi'ah bin Rayyah al-Muzani.

AN-NABIGHAH ADZ-DZIBYANI
AN-NABIGHAH ADZ-DZIBYANI Nasab Keluarga Dan Kabilahnya Penyair ini memiliki nama asli An-Nabighah Az-Zibyani Abu Umamah Ziyad bin Muawiyah.

UMRU’ AL-QAIS BIN HUJRIN
UMRU' AL-QAIS BIN HUJRIN Kabilah Dan Keluarga Umru' Al-Qais Penyair ini memiliki nama lengkap Umru' al-Qais bin Hujrin bin al-Harits al-Kindi, dan berasal dari suku Kindah, yaitu suatu suku yang pernah berkuasa penuh di daerah Yaman.
Hani Bin Qabishah Bin Hani Bin Mas’ud Asy-Syaibani

Hani Bin Qabishah Bin Hani Bin Mas'ud Asy-Syaibani
Hani bin Qabishah bin Hani bin Mas'ud asy-Syaibani adalah seorang kepala kabilah dari bani Syaiban, yang terkenal dengan keberaniannya pada akhir zaman Jahiliyyah.


Aktsam bin Shaifi

Aktsam bin Shaifi Aktsam bin Shaifi dikenal sebagai orator bangsa Arab Jahiliyyah yang paling bijak, ia juga dikenal sebagai seorang yang paling mengetahui silsilah keturunan bangsa Arab.

Qus bin Sa’idah Al-Iyadi
Qus bin Sa'idah Al-Iyadi Qus bin Sa'idah al-Iyyadi merupakan seorang orator ulung Arab Jahiliyyah dan menjadi idola dalam ke-balaghah-an orasinya, kata-katanya banyak mengandung hikmat dan nasihat-nasihat yang baik.

Resensi Novel



Judul : The Historian
Pengarang : Elizabeth Kostova
Tahun : 2005
Penerbit : Little, Brown and Company, New York
(Hak Ijin Terbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2007)
Halaman : 642 halaman

Sinopsis:
Suatu malam, di perpustakaan ayahnya, seorang wanita muda menemukan sebuah buku kuno dan sekumpulan surat yang sudah menguning. Semua dokumen itu mengantarkannya ke kekuatan paling kelam yang pernah dikenal umat manusia-dan perburuan berabad-abad untuk menemukan sumber kegelapan itu serta memusnahkannya: perburuan Vlad si Penyula, yang lebih dikenal dengan nama Dracula.Perpustakaan berdebu universitas-universitas ternama di Amerika Serikat, Istanbul, Budapest, dan pedalaman Eropa Timur pun ditelusuri demi mengumpulkan petunjuk. Hingga akhirnya muncul pertanyaan mengerikan: mungkinkah Dracula masih hidup?Lokasi-lokasi yang eksotis, sejarah yang memikat, warisan keluarga, dan cinta si haus darah: sulit membayangkan para pembaca tidak akan terpikat juga.

Pengolahan plot yang dilakukan Kostova dengan ahli dan antusiasmenya yang menggebu-gebu tentang topiknya menjadikan buku ini sangat memuaskan (Publishers Weekly)

Kostova dengan lihai menggabungkan fakta, fiksi, dan sejarah...(Guardian)


Keunggulan:
Buku yang setebal 642 halaman ini terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama bersetting tahun 1930-an, tentang Profesor Rossi sang dosen sejarah. Bagian kedua bersetting tahun 1950-an, dengan tokoh Paul (murid sang profesor dan ayah si gadis). Bagian ketiga pada tahun 1972, tokohnya gadis Amerika berumur enam belas tahun yang sampai akhir cerita tidak pernah disebutkan namanya. Dengan lihai, Elizabeth Kostova membawa kita ke puncak buku ini, ketika ketiga bagian tersebut akhirnya bertemu. Dan apakah Dracula sebetulnya masih hidup atau hanya sekedar legenda? Pertanyaan yang sudah muncul dari awal kita membaca novel ini, akan membuat kita semakin penasaran dan susah berhenti untuk terus membaca kelanjutannya. Ditambah dengan plot-plot yang menarik, fiksi yang berhati-hati dan penuh riset, dan sejarah yang menambah pengetahuan kita, tentunya akan sangat memuaskan para pembacanya.

Kelemahan:
Satu kelemahan buku ini adalah penutupnya. Dimana dari awal sampai pertengahan menuju akhir alur ceritanya sudah sangat bagus. Semua detail-detail baik fiksi maupun fakta yang dimasukkan dapat menjaga konsentrasi akan buku ini. Cerita perjalanan dari masing-masing tokoh yang begitu penuh tantangan, menambah ketegangan dipertengahan novel ini. Tapi rupanya ketegangan itu harus berhenti sebelum akhir cerita. Proses pencarian yang begitu berbelit sejak awal harus diakhiri dengan anti klimaks di akhir cerita. Penyelesaian berjalan terlalu mudah bagi seorang tokoh yang begitu berkuasa selama ratusan tahun, begitu kejam, tetapi diakhiri dengan begitu mudah.

Cerita Pendek

Kerajaan Hoe Wan

Cerita dimulai pada tahun 534 SM di China bagian utara. Saat itu ada sebuah kerajaan besar yang memiliki daerah kekuasaan hingga Thailand. Kerajaan ini mempunyai 900.000 pasukan kavaleri! Awalnya kerajaan ini sangat kecil, namun rajanya pintar membuat strategi perang, tegas, kejam, tapi sifatnya itu justru membuat kerajaannya makmur. Nama raja ini adalah Wen Cho, umurnya sudah 30 tahun, dia berhasil membuat sebuah kerajaan saat berumur 20 tahun, dia meminta kepada seorang peramal untuk mengubah nasibnya sehingga bisa membuat kerajaan besar.

Namun,dibalik semua kemakmuran, kekuasaan, dan peperangan, dia sangat ingin membuat Keajaiban Dunia terhebat dalam sejarah manusia. Maka dari itu, dia bersama 10 penasihat yang paling dipercayanya mulai mendiskusikan pembangunan keajaiban dunia ini, mereka memulai dengan namanya.

"Selamat pagi, saya mengundang anda semua untuk mendiskusikan rencana pembangunan yang sudah saya rencanakan dari dulu, lalu, ada yang mau usul kita namakan apa keajaiban dunia kita nanti?"Wen Cho bertanya.

Lalu seorang penasihatnya menjawab, "Bagaimana jika kita beri nama 'Et Calpa'?" Sebuah kebetulan ternyata penasihat yang lain setuju, Wen Cho pun juga menyukai nama itu.

"Nah, sekarang saya sudah memiliki lahan yang sangat luas untuk membangun Keajaiban Dunia ini. Letaknya berada di Wu Zhang Plains, tidak jauh dari sini. Namun saat ini masalahnya bukan itu. Semua rancangan pembangunan Keajaiban dunia ini ada di 10 artifak yang berisi desain desain Keajaiban dunia ini. Satu minggu yang lalu saya mengirim 12 Pengintai ke tiga kerajaan yang cukup besar,yaitu kerajaan Hora, Jiu Nuo, dan kerajaan Art-kong. Dan artifak itu berada di kerajaan Jiu Nuo karena kerajaan Jiu Nuo telah merenggut semua artifak dari kerajaan lain. Hal ini tentu memudahkan kita untuk mengambil artifak itu." Wen Cho melanjutkan pembicaraan.

"Tuan Wen Cho, saya ingin menambahkan bahwa kita butuh seorang Jenderal hebat dia haruslah bukan seorang pecundang dan harus mampu mengambil seluruh artifak bersama seluruh pasukan yang dia miliki, saya mengusulkan dia adalah Wie Lou, dia baik, bijaksana, saya rasa dia jendral yang sangat tepat untuk tugas ini." Tutur seorang penasihat yang tertua.

"Ya, saya tahu untuk mengambil sebuah artifak kita membutuhkan jendral hebat, saya akan mengerahkan 700.000 pasukan untuk menemani Wie Lou menyerang kerajaan Jiu Nuo 2 hari lagi," balas Wen Cho. Wie Lou pun diberitahu dan dia menyetujuinya.

Dua hari kemudian, Wie Lou telah berangkat bersama 700.000 pasukan kavaleri lainnya menggunakan kuda hitamnya. Dia berangkat saat matahari terbit. Empat Jam perjalanan telah ditempuh, Wie Lou berasama 700.000 kavalerinya telah sampai dan siap berperang. Tidak diduga, kerajaan Jiu Nuo pun juga sudah mempersiapkan pasukannya.Namun Wie Lou bersama 700.000 kavalerinya tidak gentar sama sekali, karena lawannya adalah 10.000 infantri biasa. Wie Lou semakin bersemangat bersama 700.000 kavalerinya.Tapi Wie Lou tidak meremehkannya.

Sebuah terompet maut berbunyi menandakan perang besarpun dimulai. Wie Lou sangat bersemangat. Dia telah mengatur strategi agar kavalerinya bisa menang. Pertama,500.000 kavaleri akan menyudutkan 10.000 infantri sampai mereka semua tewas,sedangkan 200.000 lainnya mengikuti Wie Lou mencari Artifak. Sesampainya Wie Lou dan 200.000 kavalerinya di sebuah bangunan megah yang memiliki kubah emas yang sangat besar. Bangunan itu berisi 10 artifak struktur keajaiban dunia. Wie Lou dapat mengambilnya dengan mudah karena seluruh pasukan terpusat di peperangan melawan 500.000 kavalerinya. Namun, peperangan belum selesai. Secara tiba tiba datang pasukan bantuan yang berjumlah 20.000 infantri.

"Yah, ada pasukan bantuan, itu membuat kita semakin lama! Ayo pasukanku, serang mereka semuaaa!!!!", Wie Cho berteriak. Sudah 6 jam berlalu, peperangan telah selesai, total 30.000 nyawa melayang tak berarti dari kubu musuh, sedangkan pasukan Wie Lou mati sebanyak 10.000 kavaleri. "Hmm... Sebaiknya kita cepat pulang. Kita laporkan kepada Tuan Wen Cho kita telah merebut 10 artifaknya. Dan kita berdoa sejenak untuk pasukan yang telah meninggal," seru Wie Lou kepada pasukannya.

Keesokan harinya, pembangunan keajaiban dunia mulai dibangun. "Ayo para 10.000 pekerjaku, pembangunan ini memakan waktu 1 tahun. Kalian semua bekerja bersama dan tidak mengenal lelah," sahut Wen Cho kepada para pekerja.

Namun pembangunan keajaiban dunia tak berjalan baik, kerajaan Jiu Nuo masih memendam rasa dendam. Namun Raja Wen Cho tidak khawatir, karena selama 1 tahun ini ternyata Jenderal Wie Lou dapat menghancurkan semua lawan yang menyerang. Tercatat 567 kali kerajaan Jiu Nuo mencoba menyerang dan selalu gagal karena seluruh pasukannya habis oleh Wie Lou dan pasukan kavaleri lainnya. Satu tahun telah usai, pembangunan Keajaiban Dunia Et Calpa telah selesai dan sangat sukses. Membuat kehebatan Kerajaan Hoe Wan tersebar ke seluruh penjuru dunia dan kerajaan Hoe Wan menjadi kerajaan yang sangat disegani dan ditakutin oleh kerajaan lain. Kerajaan pun semakin makmur karena keajaiban dunia ini mendatangkan banyak turis. Namun, kerajaan ini hanya tetap utuh sampai keturunan ke-5 dari Wen Cho. Keajaiban Dunia Et Calpa hancur karena diserang kerajaan lain dan membuat kemunduran besar bagi kerajaan Hoe Wan sampai akhirnya kerajaan ini hancur rata dengan tanah karena keturunan Wen Cho yang ketujuh adalah raja yang serakah dan hanya mementingkan kesenangannya sendiri.

100 Contoh Kata Baku dan Non Baku

Kata Baku – Non Baku
1. Abjad - abjat
2. Aktif – aktip
3. Aktivitas – aktifitas
4. Andal – handal
5. Analisis – analisa
6. Asasi – azasi
7. Antre – antri
8. Asas – azas
9. Apotek – apotik
10. Atlet – atlit
11. Atmosfer –atmosfir
12. Bus - bis
13. Cabai – cabe
14. Cendekiawan – cendikiawan
15. Cenderamata – cinderamata
16. Detail – detil
17. Definisi – difinisi
18. Diagnosis – diagnosa
19. Embus – hembus
20. Ekstra - extra
21. Ekstrem – ekstrim
22. Februari – Pebruari
23. Fondasi – pondasi
24. Formal - formil
25. Frekuensi – frekwensi
26. Gizi - gisi
27. Hafal – hapal
28. Hakikat - hakekat
29. Hipotesis – hipotesa
30. Hierarki – hirarki
31. Ijazah – ijasah
32. Izin – ijin
33. Imbau – himbau
34. Isap – hisap
35. Istri - isteri
36. Jadwal -jadual
37. Jenazah – jenasah
38. Jenderal - jendral
39. Justru – justeru
40. Karier – karir
41. Kategori – katagori
42. Komplet - komplit
43. Konferensi – konperensi
44. Kongres – konggres
45. Konkret - kongkrit
46. Kreativitas - kreatifitas
47. Kualifikasi – kwalifikasi
48. Kualitatif – kwalitatif
49. Kuantitatif – kwantitatif
50. Kualitas – kwalitas
51. Kuitansi – kwitansi
52. Lubang – lobang
53. Maaf – ma’af
54. Makhluk - mahluk
55. Masjid – mesjid
56. Merek – merk
57. Meterai – meterei
58. Metode – metoda
59. Miliar – milyar
60. Misi – missi
61. Modern - moderen
62. Mubazir - mubadir
63. Mulia – mulya
64. Mungkir – pungkir
65. Museum – museum
66. Napas - nafas
67. Narasumber – nara sumber
68. Nasihat – nasehat
69. Objek – obyek
70. Objektif – obyektif
71. Paham - faham
72. Paspor - pasport
73. Peduli – perduli
74. Pikir - fikir
75. Praktik – praktek
76. Provinsi – propinsi
77. Rabu- rebo
78. Risiko – resiko
79. Sah - syah
80. Sekadar – sekedar
81. Sentral - central
82. Silakan – silahkan
83. Sistem – sistim
84. Saksama – seksama
85. Subjek – subyek
86. Subjektif – subyektif
87. Surga - sorga
88. Tampak – nampak
89. Teladan - tauladan
90. teknik – tehnik
91. Teknologi – tehnologi
92. Telanjur – terlanjur
93. Telantar – terlantar
94. Terampil – trampil
95. Vila - villa
96. Wakaf - waqaf
97. Wujud - ujud
98. Yudikatif - yudikatip
99. Ubah – rubah
100. Zaman - jaman

Is Polygamy a Good Choice For Everyone?

I do not agree with this motion. I think polygamy is simply a media outlet to channel his desire men only. Especially contemporary polygamy more inclined toward lust, as do many public figures in Indonesia. What will that polygamy is the legal right or instead becomes the forbidden thing. But in my point of view, polygamy should be in the forbidden thing. It's not what God had in mind in terms of marriage at all. Marriage is supposed to be between two people and no more than two people. For me, polygamy is totally wrong and unacceptable.

Puisi

Tanpa Nama

Ada sesuatu yang berbeda darimu
sesuatu yang tidak ku pahami
Sesuatu yang bisa membekukan waktu
tiap kali kau menatapku
Oh sayang, jelaskanlah...

Kehadiranmu memberi warna lain
Aku tidak butuh mimpi lagi
Cintamu menerangi tiap sudut hatiku
Oh sayang, aku mengerti...

Ini lebih dari sebuah rasa
Lebih dari sebuah ungkapan
Lebih dari segala yang ada
Karena itulah dunia tercipta
Oh sayang, aku bahagia...

SHARAPOVA kembali!

Maria Sharapova memenangi turnamen pertamanya sekembalinya dari cedera bahu di Toray Pan Pacific Terbuka di Tokyo, Jepang, Sabtu 3 Oktober, setelah lawannya yang unggulan ke-7 dari Serbia, Jelena Jankovic mundur karena cedera lengan. Ini adalah gelar pertama Sharapova di tahun 2009. Jankovic memimpin 2-0 di set pertama dengan mengalahkan Sharapova di game pertama. Tapi keunggulan berubah ke pihak Sharapova di 5 game selanjutnya. Sharapova menyamai skor 2-2 sewaktu forehand Jankovic tersangkut net. Jankovic bermain baik di game pertama, tapi rupanya cedera lengan yang sudah ia rasakan sejak bermain di semifinal melawan petenis dari Cina, Li Na, sangat mengganggunya di final melawan pemain non-unggulan asal Rusia, Maria Sharapova. Jankovic mundur di game ke delapan di saat Sharapova unggul 30-0.

"Ini adalah final kedua saya tahun ini dan saya agak gugup karena itu. Pertandingan terasa sangat sulit bagi saya karena Jelena mengawalinya dengan sangat baik sekali. Saya sangat menginginkan untuk bermain bagus. Saya merasa sepertinya saya telah bermain cukup baik untuk tetap memberikan dia perlawanan. Takkan pernah mudah untuk memenangi pertarungan seperti ini. Jelas sekali, adalah sangat penting buat Jelena untuk sehat dan kami ingin bertanding di kondisi maksimal kami. Saya dan Jelena telah mengalami banyak cedera. Saya rasa ini akan berlangsung sampai akhir tahun. Saya harap Jelena akan pulih dengan cepat," ujar Sharapova.

Dengan gelar juara yang ia raih sebagai pemain non-unggulan di turnamen ini, di daftar peringkat yang akan datang Sharapova akan menempati peringkat 15 dengan 2680 poin, dimana 800 poin dia dapatkan di turnamen Tokyo Open 2009 ini.

Bahasa Indonesia Dikalangan Pelajar

Bahasa di kalangan para pelajar sekarang sudah sangat jauh melenceng dari pakem yang berlaku. Dan banyak yang mengakui bahwa bahasa yang mereka pakai atau yang lebih sering disebut dengan "bahasa gaul" agak sedikit arogan dan kurang mempunyai sopan santun, berbeda dengan jaman dahulu. Tapi itulah yang namanya perubahan era, bahkan bahasa pun terpengaruh. Banyak yang melatari perubahan tersebut, terutama dari media-media yang sering kita jumpai seperti televisi, radio, dan surat kabar. Pun dalam periklanan, bahasa Indonesia yang tidak baku lebih sering ditampilkan dibandingkan dengan yang baik dan benar. Hal ini dikarenakan bahasa Indonesia yang non-baku lebih menarik, mudah diucapkan dan diingat, juga tidak kaku. Dan bagi para pelajar, adalah sesuatu yang agak memalukan jika dalam percakapan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kenapa? Karena hampir semua berpikir bahwa bila mereka berbeda dari yang lain dalam hal ini berbahasa, khususnya daerah Ibukota dan sekitar mereka akan di cap sebagai seseorang yang lain dalam konotasi negatif, seperti berasal dari kampung dan lain-lain.

Miskinnya perbendaharaan bahasa Indonesia juga menjadi salah satu alasan. Banyak pelaku-pelaku bahasa yang masih mencari istilah-istilah yang berada di luar konteks berbahasa yang benar. Dan itu adalah ciri dari sebuah negara yang mempunyai bahasa yang minim. Dan sangat tidak etis bila ide-ide yang dilahirkan oleh oknum/pelaku bahasa itu menjiplak dari bahasa daerah atau bahasa dari negara lain. Oleh sebab itu sudah selayaknya Departemen Pendidikan Nasional memberi acuan yang jelas dan baku mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk digunakan di dalam dunia pendidikan, usaha, dan pemerintahan. Sebab kalau dalam hal ini tidak ada ketegasan dari pemerintah, kita tidak bisa bayangkan bagaimana bahasa Indonesia kedepan jadinya.

Berikut adalah hasil wawancara mengenai topik bahasan. Wawancara pertama saya lakukan dengan kakak saya, Kaisar Jenius Hakiki. Dan yang kedua dengan seorang teman, Luluk Hadiyanto. Dari situ kita akan melihat pendapat mereka masing-masing tentang apa yang kita bahas sekarang ini.


Wawancara 1

Irene :
Menurut kamu, apa yang terjadi dalam berbahasa di kalangan pelajar?

Kaisar :
Bagi para pelajar, bukan substansial bahasa itu sendiri, tapi lebih kepada aksen dan gaya. Kebanyakan, mereka memakai apa yang sedang populer dimasanya, termasuk dalam berbahasa.

Irene :
Dalam perubahan yang sedang berlangsung, apakah itu baik atau buruk?

Kaisar :
Sangat buruk! Karena itu merusak tatanan yang sudah ada. Dimana tatanan sebelumnya itu jauh lebih baik dibandingkan dengan perubahan yang mereka bawa/pakai.


Wawancara 2

Irene :
Apa pendapat kamu tentang bahasa Indonesia di kalangan pelajar?

Luluk :
Adalah bahasa komunikasi yang digunakan pelajar-pelajar diseluruh Indonesia. Karena Indonesia terdiri dari banyak suku, pulau, kesenian, budaya, bahasa daerah dan lain-lain, maka digunakanlah bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar komunikasi dan pemersatu di kalangan pelajar.

Irene :

Apa yang kamu tangkap dalam mereka berbahasa saat ini?

Luluk :
Perubahan. Pergeseran pemakaian kata-kata. Dan dalam menyikapinya, seharusnya pelajar-pelajar Indonesia bisa lebih menghargai bahasa tanah air sebagai bentuk rasa nasionalisme. Disamping memang kita juga belajar bahasa asing untuk bersaing dengan dunia luar di era globalisasi ini, tapi janganlah sampai rasa kenasionalismean kita terlupakan. Contoh: bahasa daerah dari masing-masing pelajar berasal juga demikian, keanekaragaman dan keunikannya itu adalah kekayaan budaya negeri ini. Dan akan sangat disayangkan bila hal itu terlewatkan untuk diperhatikan.


Dalam 2 wawancara kecil yang dilakukan diatas, tentunya kita bisa menangkap bahwa perubahan dalam berbahasa sedang terjadi. Dan sesuai dengan tema, yang kita soroti adalah tentang apa terjadi di kalangan pelajar. Kesimpulannya adalah, perubahan buruk yang sedang berlaku saat ini hendaknya bisa dihentikan. Sebelum bahasa Indonesia kehilangan masa depannya.

TUGAS DIMULAI!

Di post saya yang kedua ini, saya hanya mengingatkan bahwa setelah ini saya akan mem-post tugas-tugas saya. Di mata kuliah softskill tidak akan ada ujian, jadi inilah cara bagaimana mendapatkan nilai.